Tersesat hingga Pasuruan Naik Sepeda Pancal, Remaja Asal Ponggok Blitar Akhirnya Pulang Berkat Aksi Kemanusiaan GMPK

 

Pasuruan, gmpkpasuruanraya.com – Sebuah aksi kemanusiaan yang menghangatkan hati kembali ditunjukkan Tim Ambulans Gerakan Masyarakat Peduli Kemanusiaan (GMPK) Pasuruan Raya. Pada Sabtu malam (11/7/2026), para relawan mengantarkan seorang remaja putri asal Desa Ponggok, Kabupaten Blitar, yang sebelumnya ditemukan tersesat hingga wilayah Pasuruan setelah mengayuh sepeda pancal seorang diri. Perjalanan yang semula dipenuhi ketidakpastian itu akhirnya berakhir dengan pelukan hangat keluarga dan tangis haru penuh syukur.

Remaja tersebut diketahui berada jauh dari kampung halamannya tanpa didampingi keluarga. Kondisinya yang kebingungan mengundang perhatian warga hingga informasi itu diterima oleh Tim Ambulans GMPK Pasuruan Raya. Berbekal semangat kemanusiaan, para relawan segera bergerak memastikan identitas korban sekaligus menelusuri keberadaan keluarganya.
Setelah seluruh data dipastikan, Tim Ambulans GMPK memutuskan untuk mengantarkan langsung remaja tersebut menuju kediamannya di Desa Ponggok, Kabupaten Blitar. Meski harus menempuh perjalanan ratusan kilometer pada malam hari, para relawan tidak sedikit pun mengeluhkan jarak maupun waktu.

Bagi GMPK, membantu sesama bukan sekadar menjalankan misi sosial, tetapi merupakan panggilan jiwa. Mengembalikan seorang anak ke pelukan keluarganya dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian yang tidak dapat diukur dengan materi.

Perjalanan panjang itu akhirnya berakhir ketika tim tiba di rumah keluarga. Suasana haru langsung pecah. Tangis bahagia tak mampu dibendung saat sang remaja kembali dipeluk oleh orang-orang yang selama ini diliputi kecemasan dan doa agar ia segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Momen penuh emosi itu menjadi bukti bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. Di balik tugas-tugas evakuasi dan pelayanan ambulans yang selama ini dijalankan, Tim Ambulans GMPK juga hadir sebagai jembatan harapan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.

Sementara itu, Juweni (69), kakek yang selama ini merawat remaja tersebut, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara parau, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh relawan GMPK yang telah mengantarkan cucunya pulang dengan selamat.

"Saya kakeknya mohon maaf telah merepotkan. Saya sangat berterima kasih telah membantu dan menolong cucu saya hingga bisa kembali ke rumah dengan selamat," ucap Juweni sambil menahan haru.

Lilis Johan, Ketua Umum GMPK Pasuruan Raya menegaskan bahwa setiap aksi kemanusiaan yang dilakukan para relawan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang siapa pun yang membutuhkan pertolongan.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai persoalan kehidupan, masih banyak tangan-tangan tulus yang siap membantu tanpa mengharapkan imbalan. Alhamdulillah, perjalanan seorang remaja yang sempat kehilangan arah akhirnya berakhir dengan kebahagiaan, berkat kepedulian dan dedikasi Tim Ambulans GMPK Pasuruan Raya yang mengantarkannya kembali ke pelukan keluarga.

Redaksi : (Bhawel_Id) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Disqus Shortname

Ad Inside Post

Comments system

Formulir Kontak