Kakek 68 Tahun Alami Fraktur Punggung Usai Terjatuh, Perjalanan Sunyi Ambulans Desa Sambisirah Mengantar Harapan Menuju RSUD Bangil

 PASURUAN – Di balik suara sirene ambulans yang kerap dianggap sebagai simbol keadaan darurat, terdapat banyak perjalanan yang justru berlangsung dalam keheningan. Tidak ada kepanikan di jalan raya, tidak pula raungan sirene yang memecah suasana. Yang terdengar hanya rintihan pasien menahan rasa sakit, bisikan doa keluarga, dan harapan agar pertolongan medis datang sebelum keadaan semakin memburuk.

Suasana itulah yang menyelimuti perjalanan Tim Ambulans Gerakan Masyarakat Peduli Kemanusiaan (GMPK) Pasuruan Raya pada Selasa (14/7/2026). Misi kemanusiaan kali ini membawa seorang lansia berinisial AJ (68) dari Desa Areng-Areng Selatan, Kecamatan Wonorejo, menuju RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan medis.

AJ mengalami cedera serius setelah terjatuh di kediamannya. Benturan keras mengakibatkan fraktur atau patah tulang pada bagian punggung, sebuah kondisi yang memerlukan penanganan cepat karena berisiko mengganggu fungsi gerak bahkan menimbulkan komplikasi apabila tidak segera ditangani oleh tenaga medis.

Selama perjalanan menuju rumah sakit, setiap guncangan kendaraan menjadi tantangan tersendiri. Tim ambulans berupaya meminimalkan getaran agar rasa nyeri yang dirasakan pasien tidak semakin bertambah. Wajah AJ tampak menahan sakit, sementara anggota keluarganya terus berada di sisi pasien, menggenggam tangan dengan penuh harap sembari memanjatkan doa agar perjalanan berlangsung lancar.

Di balik pintu ambulans yang tertutup rapat, selalu ada pertarungan antara rasa sakit dan harapan. Di balik seragam para relawan, tersimpan komitmen untuk terus hadir bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kemampuan ekonomi.

«"Setiap pasien yang kami bawa memiliki cerita dan harapan. Tugas kami adalah memastikan mereka sampai di rumah sakit dengan selamat agar segera mendapatkan penanganan medis," ujar Daniel.»

Bagi relawan GMPK, setiap panggilan darurat bukan sekadar tugas rutin. Di setiap perjalanan terdapat tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan seseorang yang tengah berada pada titik paling rentan dalam hidupnya. Kepercayaan masyarakat menjadi amanah yang harus dijalankan dengan profesionalisme, empati, dan ketulusan.

Pelayanan ambulans kemanusiaan juga memperlihatkan sisi lain yang jarang terlihat publik. Relawan tidak hanya mengantar pasien, tetapi turut memberikan ketenangan kepada keluarga, membantu proses evakuasi, hingga memastikan pasien diterima dengan baik oleh rumah sakit tujuan. Nilai kemanusiaan menjadi fondasi utama dalam setiap tindakan yang dilakukan.

Setibanya di RSUD Bangil, AJ segera diserahkan kepada tim medis untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut terhadap fraktur pada punggung yang dialaminya. Langkah cepat tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang pemulihan serta mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.

Perjalanan AJ menjadi satu dari sekian banyak kisah yang setiap hari dihadapi relawan Ambulans GMPK Pasuruan Raya. Tidak semua kisah berakhir dengan sirene yang meraung. Sebagian justru berlangsung dalam kesunyian, namun menyimpan makna besar tentang kepedulian, solidaritas, dan pengabdian kepada sesama.

Di balik pintu ambulans yang tertutup rapat, selalu ada pertarungan antara rasa sakit dan harapan. Di balik seragam para relawan, tersimpan komitmen untuk terus hadir bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kemampuan ekonomi. 

Semoga AJ segera mendapatkan penanganan terbaik dan diberikan kesembuhan. Semoga pula seluruh relawan Ambulans GMPK Pasuruan Raya senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kekuatan untuk terus menjalankan misi kemanusiaan, karena bagi mereka setiap perjalanan bukan sekadar mengantar pasien, melainkan mengantarkan harapan.

Written By:(Bhawel_Id)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Disqus Shortname

Ad Inside Post

Comments system

Formulir Kontak