GMPK Perkuat Relawan Ambulans, Pelatihan BHD Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kegawatdaruratan

 

PASURUAN, gmpkpasuruanraya.com — Gerakan Masyarakat Peduli Kemanusiaan (GMPK) terus memperkuat kapasitas relawan ambulans. Upaya itu diwujudkan melalui keikutsertaan anggota GMPK dalam pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Driver Ambulance, yang digelar Kamis (13/8/2026).

Pelatihan tersebut menjadi momentum penting bagi relawan ambulans untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan, khususnya ketika memberikan pertolongan awal kepada pasien maupun korban laka sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Kapiten, Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Jalan Raya Raci Km 9, Bangil.

Pelatihan mengangkat materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat awam terlatih, sebagai bagian dari penguatan kapasitas dalam pengelolaan upaya pengurangan risiko krisis kesehatan dan pascakrisis kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) turut memberikan pembekalan sebagai narasumber. Materi yang diberikan menjadi bekal penting bagi para peserta, khususnya mereka yang sehari-hari terlibat dalam pelayanan ambulans dan kegiatan kemanusiaan.

Ketua GMPK, Lilis Johan, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, HIPGABI, serta LKNU Kabupaten Pasuruan yang telah memberikan ruang bagi relawan GMPK untuk meningkatkan kemampuan.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada dr. Arma Rosalina, M.Kes., selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, drg. Boy Zulvikhar Vaus, Moh. Ariyono, HIPGABI selaku narasumber serta Ketua LKNU Kabupaten Pasuruan dr. Dwijo Widodo dan sekretaris Moch. Taufiq, yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk belajar dan terus belajar,” ujar Lilis.

Menurut Lilis, kemampuan dasar kegawatdaruratan menjadi hal yang sangat penting bagi relawan ambulans. Sebab, dalam menjalankan tugas kemanusiaan, relawan dapat berhadapan dengan pasien maupun korban yang membutuhkan respons cepat.

“Semoga ilmu yang kami peroleh tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) ini akan sangat bermanfaat bagi kami dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” tambahnya.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara tepat sesuai kapasitas relawan ketika berada di lapangan.

“Anggota kami akan semakin memahami bagaimana membantu pasien ataupun korban dengan lebih tepat saat berada dalam situasi kegawatdaruratan,” pungkas Lilis.

Bagi GMPK, pelatihan tersebut bukan sekadar agenda peningkatan kompetensi. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat kesiapsiagaan relawan ambulans agar semakin profesional dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Dengan bekal pengetahuan BHD, relawan diharapkan mampu memberikan respons awal yang lebih terarah ketika menghadapi kondisi darurat, sekaligus memahami batas kewenangan dan pentingnya koordinasi dengan tenaga medis maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelatihan BHD ini menjadi investasi kapasitas relawan GMPK untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, aman, dan bertanggung jawab. (LJ) 



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Disqus Shortname

Ad Inside Post

Comments system

Formulir Kontak