PASURUAN, gmpkpasuruanraya.com – Di sebuah sudut rumah sederhana di Desa Tenggilisrejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, tersimpan kisah pilu yang mengiris nurani. Seorang pria berinisial MF (54) ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, terbaring lemah di atas tempat tidur tanpa perawatan medis yang memadai dan diduga telah lama hidup dalam keterlantaran.
Ironisnya, di tengah kondisi kesehatan yang terus menurun, perhatian justru datang dari seorang warga setempat yang selama ini dengan tulus merawat dan memfasilitasi kebutuhan sehari-hari MF. Sementara keluarga yang semestinya menjadi tempat bersandar disebut tidak lagi hadir memberikan pendampingan yang layak.
Kabar tersebut akhirnya sampai kepada Tim Ambulans Gerakan Masyarakat Peduli Kemanusiaan (GMPK) Pasuruan Raya. Mendapat laporan warga, tim kemanusiaan langsung bergerak cepat melakukan asesmen dan evakuasi.
Ketua GMPK Pasuruan Raya, Lilis Johan, mengatakan pihaknya tidak ingin menunda penanganan karena kondisi MF dinilai membutuhkan tindakan medis lanjutan.
"Begitu menerima laporan dari warga, kami bersama Samuji dan Irfan langsung bergerak menuju lokasi. Setelah melihat kondisi yang bersangkutan, kami memutuskan untuk segera melakukan pertolongan dan evakuasi agar mendapatkan penanganan medis yang lebih baik," ujar Lilis Johan.
Menurutnya, respons cepat merupakan bagian dari komitmen GMPK dalam menjalankan misi kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi sosial seseorang.
Perjalanan menuju rumah sakit menjadi harapan baru bagi MF. Di tengah keterbatasan dan kesendirian yang dialaminya, masih ada tangan-tangan kemanusiaan yang hadir memberikan pertolongan.
"Alhamdulillah pihak RSUD Bangil menerima pasien dengan baik dan langsung memberikan pelayanan sesuai prosedur. Kami sangat berterima kasih atas respons yang diberikan pihak rumah sakit," imbuhnya.
Peristiwa ini kembali menjadi cermin bahwa persoalan sosial di masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap sesama. Tidak sedikit warga yang hidup dalam kondisi sakit dan membutuhkan bantuan, namun luput dari perhatian lingkungan maupun keluarga terdekat.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, keberadaan relawan kemanusiaan dan jaringan sosial masyarakat menjadi garda terdepan dalam memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Aksi cepat Tim Ambulans GMPK Pasuruan Raya sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat. Ketika satu pintu tertutup, masih ada banyak hati yang terbuka untuk membantu.
Kini MF telah berada di bawah penanganan medis RSUD Bangil. Harapan untuk mendapatkan perawatan yang layak kembali terbuka, sementara masyarakat berharap kondisi kesehatannya segera membaik dan mendapatkan perhatian yang semestinya dari pihak-pihak terkait.
Written By: Bhawel_Id

